Mau Kerja? Ini Contoh & Tips Follow Up Lamaran Kerja yang Bikin HRD Kepincut!

Table of Contents

Contoh Surat Follow Up Lamaran Kerja: Jangan Biarkan Lamaranmu Menggantung!
Image just for illustration

Melamar kerja itu memang butuh perjuangan. Kirim lamaran ke sana sini, update CV, sampai prepare mental buat interview. Tapi, perjuanganmu belum selesai setelah klik tombol “kirim” lamaran online atau menyerahkan amplop cokelat ke kantor pos. Ada satu langkah penting yang sering dilupakan, padahal bisa jadi penentu keberhasilanmu: follow up lamaran kerja.

Kenapa Sih Follow Up Lamaran Kerja Itu Penting Banget?

Kenapa Sih Follow Up Lamaran Kerja Itu Penting Banget?
Image just for illustration

Bayangin deh, kamu udah effort banget bikin lamaran kerja yang kece, tapi terus didiemin aja sama perusahaan. Rasanya kayak PDKT sama gebetan tapi gak ada respon, kan? Nah, follow up lamaran kerja itu ibarat kamu ngasih sinyal lagi ke perusahaan, nunjukkin kalau kamu beneran interest dan serius sama posisi yang kamu lamar.

Beberapa alasan kenapa follow up itu super penting:

  • Menunjukkan Inisiatif dan Antusiasme: Di mata rekruter, follow up itu nunjukkin kalau kamu bukan cuma sekadar apply iseng. Kamu proaktif, punya inisiatif, dan antusias banget sama posisi tersebut. Ini nilai plus yang bikin kamu beda dari pelamar lain yang cuma diem nunggu.
  • Memastikan Lamaranmu Tidak Terlewat: Percaya atau enggak, rekruter itu nerima ratusan bahkan ribuan lamaran kerja untuk satu posisi. Lamaranmu bisa aja ketumpuk atau kelewat di antara banyaknya email atau dokumen. Dengan follow up, kamu ngingetin mereka lagi tentang lamaranmu dan memastikan lamaranmu stay di radar mereka.
  • Membangun Hubungan dengan Perusahaan: Follow up bukan cuma soal nagih kabar, tapi juga kesempatan buat kamu bangun hubungan awal dengan perusahaan. Lewat follow up, kamu bisa nunjukkin keprofesionalan dan kemampuan komunikasi kamu. Kalau follow up-mu bagus, rekruter bisa menilai kamu sebagai kandidat yang serius dan berkomitmen.
  • Mendapatkan Update Status Lamaran: Yang paling penting, follow up itu cara paling efektif buat kamu tahu status lamaranmu. Daripada terus-terusan penasaran dan overthinking, mending langsung follow up dan dapatkan kepastian. Walaupun hasilnya mungkin belum sesuai harapan, setidaknya kamu jadi gak menggantung dan bisa move on cari peluang lain.

Fakta Menarik: Menurut sebuah studi, kandidat yang melakukan follow up lamaran kerja memiliki peluang interview 30% lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Ini nunjukkin betapa powerful-nya follow up dalam proses rekrutmen. Jadi, jangan pernah remehin kekuatan follow up, ya!

Kapan Waktu yang Tepat untuk Kirim Surat Follow Up?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Kirim Surat Follow Up?
Image just for illustration

Nah, ini pertanyaan penting nih. Jangan sampai kamu terlalu cepat follow up yang malah kelihatan desperate, atau terlalu lama yang malah udah keburu dilupain. Waktu yang tepat buat follow up itu sebenarnya gak ada patokan baku, tapi ada beberapa guideline yang bisa kamu ikutin:

Setelah Berapa Lama dari Tanggal Pengiriman Lamaran?

  • Umumnya, tunggu 1-2 minggu setelah tanggal pengiriman lamaran. Ini waktu yang cukup buat rekruter untuk review lamaran-lamaran yang masuk. Kalau di job posting ada keterangan batas waktu apply, hitung 1-2 minggu setelah deadline tersebut.
  • Perhatikan Instruksi di Job Posting. Beberapa perusahaan mencantumkan informasi tentang timeline rekrutmen atau kapan mereka akan menghubungi kandidat. Kalau ada info kayak gini, tunggu sesuai instruksi mereka dulu sebelum follow up.
  • Kalau Tidak Ada Batas Waktu, Lebih Baik Lebih Cepat. Dalam beberapa kasus, terutama untuk perusahaan startup atau posisi yang urgent, proses rekrutmen bisa berjalan lebih cepat. Jadi, kalau gak ada info timeline di job posting, 1 minggu setelah kirim lamaran udah bisa kamu jadikan patokan untuk follow up pertama.

Kapan Kirim Follow Up Kedua?

  • Kalau Follow Up Pertama Belum Ada Respon, Tunggu 1-2 Minggu Lagi. Setelah follow up pertama, kasih waktu lagi buat rekruter untuk review dan merespons. Jangan terlalu sering follow up dalam waktu dekat, karena bisa dianggap spamming dan malah bikin rekruter risih.
  • Pertimbangkan untuk Kirim Follow Up Lewat Jalur Lain. Kalau follow up pertama lewat email belum direspon, coba follow up lewat telepon (kalau ada nomor telepon perusahaan). Atau, kalau kamu punya koneksi di perusahaan tersebut, bisa juga minta bantuan mereka untuk follow up secara internal.

Penting diingat: Jangan pernah follow up di hari yang sama dengan tanggal pengiriman lamaran, ya! Kasih rekruter waktu dulu untuk process lamaranmu. Sabar itu penting, tapi jangan juga terlalu pasif menunggu.

Cara Membuat Surat Follow Up Lamaran Kerja yang Efektif

Cara Membuat Surat Follow Up Lamaran Kerja yang Efektif
Image just for illustration

Oke, sekarang kita masuk ke bagian inti: cara bikin surat follow up yang ampuh. Surat follow up ini harus sopan, profesional, dan yang paling penting, efektif untuk menarik perhatian rekruter.

Komponen Penting dalam Surat Follow Up

  • Subjek Email yang Jelas dan Profesional: Subjek email itu gerbang pertama. Bikin subjek yang langsung to the point dan mudah dikenali rekruter. Contoh subjek yang bagus:

    • Follow Up Lamaran Kerja - [Nama Kamu] - Posisi [Nama Posisi yang Dilamar]
    • Menindaklanjuti Lamaran Kerja - [Nama Kamu] - [Nama Posisi yang Dilamar]
    • Pertanyaan Status Lamaran Kerja - [Nama Kamu] - [Nama Posisi yang Dilamar]

    Hindari subjek email yang terlalu santai atau ambigu, misalnya: “Hai Kak, Lamaran Kerja Saya Gimana Ya?” atau “Follow Up Dong Kak”. Ini kurang profesional dan bisa bikin rekruter malas buka emailmu.

  • Salam Pembuka yang Sopan: Mulai surat follow up dengan salam pembuka yang formal dan sopan. Kalau kamu tahu nama rekruternya, sebutkan langsung. Misalnya:

    • Yth. Bapak/Ibu [Nama Rekruter]
    • Kepada Tim Rekrutmen [Nama Perusahaan]

    Kalau gak tahu nama rekruternya, bisa pakai salam umum seperti:

    • Yth. Bapak/Ibu Rekruter
    • Kepada Tim HRD [Nama Perusahaan]
  • Pembukaan yang Singkat dan Jelas: Di paragraf pembuka, langsung sebutkan tujuanmu mengirim email follow up. Ingatkan rekruter tentang lamaranmu dan posisi yang kamu lamar. Contoh kalimat pembuka:

    • “Dengan hormat, saya [Nama Kamu] mengirimkan email ini untuk menindaklanjuti lamaran kerja yang telah saya kirimkan pada tanggal [Tanggal Kirim Lamaran] untuk posisi [Nama Posisi yang Dilamar] di [Nama Perusahaan].”
    • “Selamat pagi/siang/sore, Bapak/Ibu. Saya [Nama Kamu] ingin menanyakan status lamaran kerja saya untuk posisi [Nama Posisi yang Dilamar] yang telah saya kirimkan melalui [Platform/Cara Kirim Lamaran] pada tanggal [Tanggal Kirim Lamaran].”
  • Menyatakan Kembali Ketertarikan dan Relevansi: Di paragraf selanjutnya, tunjukkan lagi antusiasme dan ketertarikanmu pada posisi tersebut. Singkat saja, gak perlu panjang lebar. Kamu juga bisa highlight lagi skill atau pengalamanmu yang paling relevan dengan posisi yang dilamar. Contoh kalimat:

    • “Saya sangat antusias dengan kesempatan untuk bergabung dengan [Nama Perusahaan] dan berkontribusi dalam [Sebutkan sedikit tentang tujuan/misi perusahaan atau tim]. Saya yakin pengalaman dan skill yang saya miliki di bidang [Sebutkan bidang terkait] akan sangat relevan dengan kebutuhan posisi [Nama Posisi yang Dilamar].”
    • “Setelah mempelajari lebih lanjut tentang posisi [Nama Posisi yang Dilamar] dan [Nama Perusahaan], saya semakin yakin bahwa ini adalah kesempatan yang tepat untuk mengembangkan karier saya. Saya percaya latar belakang dan kemampuan saya akan menjadi aset berharga bagi tim Anda.”
  • Ajakan untuk Tindak Lanjut: Bagian ini penting untuk encourage rekruter untuk memberikan update atau langkah selanjutnya. Kamu bisa bertanya tentang timeline rekrutmen atau menawarkan diri untuk memberikan informasi tambahan jika dibutuhkan. Contoh kalimat:

    • “Saya sangat menghargai waktu dan perhatian Bapak/Ibu dalam mempertimbangkan lamaran saya. Saya ingin menanyakan perkiraan timeline proses rekrutmen untuk posisi ini. Jika ada informasi tambahan yang dibutuhkan dari saya, jangan ragu untuk menghubungi saya.”
    • “Saya memahami bahwa Bapak/Ibu pasti memiliki banyak kandidat untuk dipertimbangkan. Namun, saya sangat berharap dapat diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Saya siap memberikan informasi lebih lanjut atau mengikuti interview jika diperlukan.”
  • Salam Penutup yang Profesional: Akhiri surat follow up dengan salam penutup yang formal dan sopan. Contoh salam penutup:

    • Hormat saya,
    • Salam hangat,
    • Terima kasih,

    Lalu, cantumkan nama lengkapmu di bawah salam penutup. Jangan lupa juga sertakan informasi kontak (nomor telepon dan email) di signature email, biar rekruter gampang menghubungi kamu.

Contoh Surat Follow Up Lamaran Kerja (Template)

Berikut ini contoh template surat follow up lamaran kerja yang bisa kamu modifikasi sesuai kebutuhan:

Subjek Email: Follow Up Lamaran Kerja - [Nama Kamu] - Posisi [Nama Posisi yang Dilamar]

Isi Email:

Yth. Bapak/Ibu [Nama Rekruter/Tim Rekrutmen]

Dengan hormat,

Saya [Nama Kamu] mengirimkan email ini untuk menindaklanjuti lamaran kerja yang telah saya kirimkan pada tanggal [Tanggal Kirim Lamaran] untuk posisi [Nama Posisi yang Dilamar] di [Nama Perusahaan] melalui [Platform/Cara Kirim Lamaran].

Saya sangat antusias dengan kesempatan untuk bergabung dengan [Nama Perusahaan] dan berkontribusi dalam [Sebutkan sedikit tentang tujuan/misi perusahaan atau tim]. Saya yakin pengalaman dan skill yang saya miliki di bidang [Sebutkan bidang terkait] akan sangat relevan dengan kebutuhan posisi ini.

Saya sangat menghargai waktu dan perhatian Bapak/Ibu dalam mempertimbangkan lamaran saya. Saya ingin menanyakan perkiraan timeline proses rekrutmen untuk posisi ini. Jika ada informasi tambahan yang dibutuhkan dari saya, jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email ini atau nomor telepon [Nomor Telepon Kamu].

Terima kasih atas waktu dan pertimbangannya. Saya menantikan kabar baik dari Bapak/Ibu.

Hormat saya,

[Nama Lengkap Kamu]
[Nomor Telepon Kamu]
[Alamat Email Kamu]

Tips:

  • Personalisasi Surat Follow Up: Jangan cuma copy-paste template mentah-mentah. Sesuaikan isi surat follow up dengan posisi yang kamu lamar dan perusahaan yang kamu tuju. Sebutkan nama perusahaan, nama posisi, dan tanggal kamu kirim lamaran.
  • Gunakan Bahasa yang Sopan dan Profesional: Hindari bahasa informal atau slang. Jaga nada bicara tetap sopan dan profesional.
  • Periksa Ulang Sebelum Kirim: Pastikan tidak ada typo atau kesalahan tata bahasa di surat follow up-mu. Kesalahan kecil bisa mengurangi kesan profesional.
  • Kirim di Jam Kerja: Waktu terbaik kirim email follow up itu di jam kerja, antara jam 9 pagi sampai jam 5 sore (Senin-Jumat). Hindari kirim di malam hari atau weekend.

Contoh-Contoh Situasi dan Surat Follow Up yang Berbeda

Contoh-Contoh Situasi dan Surat Follow Up yang Berbeda
Image just for illustration

Setiap situasi lamaran kerja itu unik. Kadang kamu perlu follow up dengan cara yang sedikit berbeda tergantung situasinya. Berikut beberapa contoh situasi dan contoh surat follow up yang bisa kamu jadikan referensi:

Contoh 1: Follow Up Pertama Setelah 1 Minggu

Situasi: Kamu sudah kirim lamaran seminggu yang lalu, tapi belum ada kabar. Ini saatnya kirim follow up pertama.

Subjek Email: Follow Up Lamaran Kerja - [Nama Kamu] - Posisi [Nama Posisi yang Dilamar]

Isi Email:

Yth. Bapak/Ibu [Nama Rekruter/Tim Rekrutmen]

Dengan hormat,

Saya [Nama Kamu] mengirimkan email ini untuk menindaklanjuti lamaran kerja yang telah saya kirimkan pada tanggal [Tanggal Kirim Lamaran] untuk posisi [Nama Posisi yang Dilamar] di [Nama Perusahaan] melalui [Platform/Cara Kirim Lamaran].

Saya sangat tertarik dengan posisi ini karena [Sebutkan alasan singkat ketertarikanmu, misalnya: kesempatan untuk mengembangkan skill di bidang X, atau kontribusi pada proyek Y]. Saya yakin pengalaman dan skill saya di bidang [Sebutkan bidang terkait] akan relevan dengan kebutuhan tim [Nama Perusahaan].

Saya ingin menanyakan apakah ada update mengenai status lamaran saya. Saya sangat menantikan kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut tentang bagaimana saya dapat berkontribusi bagi [Nama Perusahaan].

Terima kasih atas waktu dan pertimbangannya.

Hormat saya,

[Nama Lengkap Kamu]
[Nomor Telepon Kamu]
[Alamat Email Kamu]

Contoh 2: Follow Up Kedua Setelah 2 Minggu Tanpa Kabar

Situasi: Kamu sudah follow up pertama seminggu yang lalu, tapi masih belum ada respon. Ini saatnya follow up kedua, tapi dengan nada yang sedikit berbeda.

Subjek Email: Menindaklanjuti Lamaran Kerja - [Nama Kamu] - Posisi [Nama Posisi yang Dilamar] - Follow Up Kedua

Isi Email:

Yth. Bapak/Ibu [Nama Rekruter/Tim Rekrutmen]

Dengan hormat,

Saya [Nama Kamu] kembali mengirimkan email ini sebagai follow up dari lamaran kerja yang telah saya kirimkan pada tanggal [Tanggal Kirim Lamaran] untuk posisi [Nama Posisi yang Dilamar] di [Nama Perusahaan]. Saya juga telah mengirimkan follow up pertama pada tanggal [Tanggal Follow Up Pertama].

Saya memahami bahwa tim rekrutmen mungkin sedang sibuk dengan proses seleksi. Namun, saya sangat antusias dengan posisi ini dan ingin memastikan lamaran saya tetap menjadi pertimbangan.

Jika posisi ini sudah terisi atau tidak lagi dibuka, mohon informasikan kepada saya agar saya dapat fokus pada peluang lain. Namun, jika proses seleksi masih berlangsung, saya sangat berharap dapat diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu.

Hormat saya,

[Nama Lengkap Kamu]
[Nomor Telepon Kamu]
[Alamat Email Kamu]

Perhatikan: Di follow up kedua ini, kamu lebih menekankan pada keinginan untuk mendapatkan kepastian status lamaran. Kamu juga menunjukkan pemahaman bahwa rekruter mungkin sibuk, tapi tetap sopan dan profesional.

Contoh 3: Follow Up Setelah Interview

Situasi: Kamu sudah selesai interview, tapi belum ada kabar lebih lanjut setelah beberapa hari. Kirim follow up setelah interview untuk menunjukkan appreciation dan kembali menegaskan minatmu.

Subjek Email: Ucapan Terima Kasih dan Follow Up Setelah Interview - [Nama Kamu] - Posisi [Nama Posisi yang Dilamar]

Isi Email:

Yth. Bapak/Ibu [Nama Rekruter/Nama Interviewer]

Dengan hormat,

Saya [Nama Kamu] ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan interview untuk posisi [Nama Posisi yang Dilamar] yang telah saya ikuti pada tanggal [Tanggal Interview]. Saya sangat menikmati diskusi yang bermanfaat dengan Bapak/Ibu dan semakin antusias untuk bergabung dengan tim [Nama Perusahaan].

Interview tersebut semakin meyakinkan saya bahwa skill dan pengalaman saya akan sangat relevan dengan kebutuhan posisi ini. Saya sangat tertarik dengan [Sebutkan hal spesifik yang kamu diskusikan saat interview yang membuatmu tertarik, misalnya: proyek yang sedang dikerjakan, budaya kerja perusahaan, dll.].

Saya ingin menanyakan perkiraan timeline untuk pengumuman hasil interview. Jika ada informasi tambahan yang dibutuhkan dari saya, jangan ragu untuk menghubungi saya.

Terima kasih sekali lagi atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan. Saya menantikan kabar baik dari Bapak/Ibu.

Hormat saya,

[Nama Lengkap Kamu]
[Nomor Telepon Kamu]
[Alamat Email Kamu]

Penting: Follow up setelah interview ini lebih fokus pada ucapan terima kasih dan penegasan minat. Kamu juga bisa mention kembali poin-poin penting yang dibahas saat interview untuk menunjukkan bahwa kamu engage dan memperhatikan percakapan.

Do’s and Don’ts Saat Follow Up Lamaran Kerja

Do's and Don'ts Saat Follow Up Lamaran Kerja
Image just for illustration

Biar follow up kamu makin efektif, perhatikan do’s and don’ts berikut ini:

Do’s:

  • Kirim di Waktu yang Tepat: 1-2 minggu setelah kirim lamaran, atau sesuai instruksi di job posting.
  • Gunakan Subjek Email yang Jelas: Sebutkan nama kamu, posisi yang dilamar, dan tujuan email (follow up).
  • Sopan dan Profesional: Gunakan bahasa formal, salam pembuka dan penutup yang sopan.
  • Singkat dan Padat: Email follow up gak perlu panjang lebar. Langsung to the point dan jelas.
  • Personalisasi: Sesuaikan isi surat follow up dengan posisi dan perusahaan yang kamu tuju.
  • Periksa Ulang: Pastikan tidak ada typo atau kesalahan tata bahasa.
  • Sertakan Informasi Kontak: Cantumkan nomor telepon dan email di signature email.
  • Ucapkan Terima Kasih: Apresiasi waktu dan perhatian rekruter.
  • Follow Up Lebih dari Sekali (tapi Jangan Berlebihan): Follow up pertama dan kedua itu wajar.

Don’ts:

  • Terlalu Cepat Follow Up: Jangan follow up di hari yang sama dengan tanggal kirim lamaran.
  • Subjek Email yang Ambigu atau Santai: Hindari subjek email yang tidak profesional.
  • Bahasa yang Kasar atau Menuntut: Jaga nada bicara tetap sopan dan jangan terkesan memaksa.
  • Email Follow Up yang Terlalu Panjang: Rekruter sibuk, jadi hargai waktu mereka.
  • Copy-Paste Template Mentah-Mentah: Personalisasi itu penting.
  • Typo dan Kesalahan Tata Bahasa: Bikin kesan tidak profesional.
  • Tidak Menyertakan Informasi Kontak: Rekruter jadi susah menghubungi kamu.
  • Tidak Mengucapkan Terima Kasih: Kurang sopan.
  • Follow Up Terlalu Sering dan Agresif: Bisa dianggap spamming dan malah bikin rekruter risih.

Kesimpulan: Follow Up Itu Investasi untuk Karier Impianmu!

Kesimpulan: Follow Up Itu Investasi untuk Karier Impianmu!
Image just for illustration

Follow up lamaran kerja itu bukan cuma sekadar formalitas, tapi investasi penting untuk karier impianmu. Dengan follow up yang tepat, kamu bisa nunjukkin inisiatif, memastikan lamaranmu gak terlewat, bangun hubungan dengan perusahaan, dan yang paling penting, mendapatkan update status lamaran.

Jangan pernah takut atau malu untuk follow up. Anggap aja ini sebagai bagian dari proses melamar kerja yang harus kamu lakukan. Dengan persiapan yang matang dan follow up yang efektif, peluang kamu untuk dipanggil interview dan mendapatkan pekerjaan impian akan semakin besar.

Gimana, udah siap bikin surat follow up lamaran kerja yang kece? Atau punya pengalaman menarik soal follow up lamaran kerja? Yuk, share di kolom komentar di bawah! Kita diskusi bareng!

Posting Komentar