Contoh Surat Lamaran Tulis Tangan: Panduan Lengkap + Tips Jitu!
Meskipun era digital semakin maju, ternyata masih ada lho perusahaan atau instansi yang meminta surat lamaran kerja ditulis tangan. Mungkin terdengar jadul, tapi permintaan ini bukan tanpa alasan. Menulis surat lamaran secara manual dianggap bisa menunjukkan keseriusan, ketelitian, dan bahkan karakter pelamar. Nah, buat kamu yang mungkin belum pernah bikin atau bingung cara membuatnya, yuk kita bedah tuntas contoh surat lamaran resmi yang ditulis tangan.
Kenapa Surat Lamaran Tulis Tangan Masih Diminta?¶
Ini pertanyaan yang wajar banget di zaman serbadigital ini. Kenapa nggak cukup ketik rapi pakai komputer? Ada beberapa alasan di baliknya, guys:
- Menunjukkan Kesungguhan: Proses menulis tangan itu butuh waktu dan usaha lebih. Ini bisa jadi indikator seberapa serius kamu melamar posisi tersebut.
- Melihat Ketelitian: Menulis tangan meminimalkan fitur auto-correct atau spell check. Jadi, perekrut bisa melihat seberapa teliti kamu dalam menulis, termasuk dalam menghindari typo atau coretan.
- Melihat Kerapian: Tulisan tangan yang rapi dan bersih menunjukkan bahwa kamu orang yang teratur dan menghargai detail. Ini penting di banyak jenis pekerjaan.
- Mungkin Melihat Karakter (Meski Subjektif): Beberapa perekrut percaya tulisan tangan bisa sedikit mencerminkan kepribadian, meski ini bukan patokan utama dan sifatnya sangat subjektif.
Intinya, surat lamaran tulis tangan itu kayak “filter awal” buat melihat siapa pelamar yang beneran niat dan teliti. Jadi, jangan anggap remeh ya!
Image just for illustration
Struktur Dasar Surat Lamaran Tulis Tangan¶
Sama seperti surat lamaran yang diketik, surat lamaran tulis tangan juga punya struktur standar yang wajib kamu ikuti supaya terlihat profesional dan resmi. Ini dia bagian-bagiannya:
Bagian Atas Surat¶
Ini termasuk info kamu dan info penerima.
Tempat dan Tanggal Pembuatan Surat¶
Biasanya diletakkan di pojok kanan atas surat. Tuliskan nama kota tempat kamu menulis surat dan tanggal saat kamu menulisnya.
Contoh: Jakarta, 26 Oktober 2023
Kepada Yth. / Hal¶
Ini menunjukkan kepada siapa surat ini ditujukan dan perihal suratnya.
Contoh:
Kepada Yth.
Bapak/Ibu Manajer Personalia
[Nama Perusahaan/Instansi]
di tempat
Hal: Lamaran Pekerjaan
Pastikan nama perusahaan dan jabatan yang dituju itu benar ya. Kalau tidak tahu nama spesifik Manajer Personalia, cukup tulis “Bapak/Ibu Manajer Personalia” atau “Bagian HRD”.
Bagian Isi Surat¶
Ini adalah inti dari surat lamaranmu.
Salam Pembuka¶
Gunakan salam pembuka yang resmi.
Contoh: Dengan hormat,
Paragraf Pembuka¶
Jelaskan tujuanmu menulis surat ini, yaitu melamar pekerjaan, dan sebutkan posisi apa yang kamu lamar. Kalau kamu tahu info lowongan ini dari mana (misalnya koran, website, atau info teman), sebutkan juga sumbernya.
Contoh: Yang bertanda tangan di bawah ini, saya [Nama Lengkap Kamu], bermaksud mengajukan permohonan untuk mengisi posisi [Nama Posisi yang Dilamar] di perusahaan Bapak/Ibu. Saya mendapatkan informasi mengenai lowongan ini dari [Sebutkan Sumber Informasi, misalnya: situs web perusahaan pada tanggal XX Oktober 2023].
Paragraf Isi¶
Di sini kamu “menjual” diri. Jelaskan secara singkat mengenai pendidikan terakhirmu, pengalaman kerja (jika ada), keahlian yang relevan dengan posisi yang dilamar, dan kenapa kamu tertarik serta pantas untuk posisi tersebut. Hindari menulis terlalu panjang lebar seperti CV, cukup poin-poin penting yang paling relevan.
Contoh: Saya adalah lulusan [Nama Universitas/Institusi] jurusan [Nama Jurusan] dengan IPK [Sebutkan IPK jika diminta atau relevan]. Selama kuliah/kerja di [Nama Perusahaan Sebelumnya, jika ada], saya memiliki pengalaman di bidang [Sebutkan bidang/tanggung jawab] selama [Sebutkan durasi]. Saya memiliki keahlian di [Sebutkan keahlian relevan, misalnya: pengoperasian Microsoft Office, kemampuan komunikasi yang baik, atau keahlian teknis spesifik] dan sangat antusias untuk berkontribusi di perusahaan ini, terutama pada posisi yang saya lamar.
Paragraf Penutup¶
Sampaikan harapanmu untuk bisa mengikuti tahapan seleksi selanjutnya (wawancara) dan tunjukkan kesediaanmu untuk memberikan informasi tambahan jika diperlukan. Jangan lupa ucapan terima kasih.
Contoh: Besar harapan saya untuk mendapatkan kesempatan wawancara guna menjelaskan lebih lanjut mengenai potensi dan kualifikasi diri saya. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Bagian Bawah Surat¶
Ini adalah penutup dan identitasmu.
Salam Penutup¶
Gunakan salam penutup yang resmi.
Contoh: Hormat saya,
Tanda Tangan dan Nama Lengkap¶
Bubuhkan tanda tanganmu di atas nama lengkap yang kamu tulis.
Contoh:
(tanda tanganmu)
[Nama Lengkap Kamu]
Image just for illustration
Tips Penting Menulis Surat Lamaran Tulis Tangan¶
Menulis di kertas butuh perhatian lebih dibandingkan mengetik. Salah sedikit bisa fatal! Ikuti tips ini biar suratmu sempurna:
1. Gunakan Kertas yang Tepat¶
- Jenis Kertas: Pakai kertas HVS polos berwarna putih. Pilih yang kualitasnya bagus (misalnya 80 gsm ke atas) agar tinta tidak tembus atau menyebar. Hindari kertas bergaris, berwarna, apalagi yang sudah lecek atau kotor.
- Ukuran Kertas: Ukuran A4 biasanya standar untuk surat resmi.
2. Pilih Alat Tulis yang Pas¶
- Pena: Gunakan pena bertinta hitam atau biru. Tinta hitam umumnya lebih disukai untuk dokumen resmi. Pastikan pena yang kamu pakai itu nyaman digenggam, tintanya lancar, tidak beleber, dan mata penanya sesuai dengan gaya tulisanmu (tidak terlalu tebal atau terlalu tipis). Hindari tinta berwarna lain seperti merah atau hijau. Hindari juga pensil.
- Penggaris dan Pensil (Sementara): Kalau tulisanmu cenderung miring atau kurang lurus, kamu bisa pakai penggaris dan pensil tipis untuk membuat garis bantu sangat samar di kertas. Setelah tinta kering, hapus garis pensil ini dengan sangat hati-hati agar tidak merusak tulisan.
3. Perhatikan Kerapian Tulisan¶
Ini poin paling krusial untuk surat lamaran tulis tangan.
- Latihan Dulu: Kalau kamu merasa tulisanmu kurang rapi atau sudah lama nggak menulis panjang pakai tangan, coba latihan dulu di kertas coretan. Tulis ulang draf suratmu berkali-kali sampai kamu yakin tulisanmu konsisten, rapi, dan mudah dibaca.
- Jaga Kebersihan: Pastikan tanganmu bersih saat menulis agar tidak meninggalkan noda atau cap jari di kertas. Hindari makan atau minum di dekat kertas saat menulis.
- Tata Letak: Atur spasi antar baris dan antar paragraf agar surat terlihat rapi dan tidak terlalu padat. Jangan terlalu mepet pinggir kertas. Berikan margin yang cukup di keempat sisi.
- Konsisten: Jaga ukuran huruf, kemiringan, dan gaya tulisanmu agar konsisten dari awal sampai akhir surat.
4. Hindari Kesalahan dan Coretan¶
Ini tantangan terbesar menulis tangan.
- Fokus: Menulis butuh konsentrasi tinggi. Pastikan kamu dalam kondisi tenang saat menulis surat final.
- Gunakan Draf: Jangan langsung menulis versi final. Buat drafnya dulu di kertas lain atau ketik di komputer, perbaiki isinya sampai sempurna, baru kemudian salin (dengan tangan) ke kertas final.
- Jika Terjadi Kesalahan Kecil: Kalau hanya kesalahan satu huruf dan masih memungkinkan diperbaiki dengan sangat rapi menggunakan tipe-x (koreksi cairan/pita), lakukan dengan hati-hati. Tapi, sebaiknya hindari penggunaan tipe-x sebisa mungkin. Satu coretan kecil yang bisa ditoleransi mungkin, tapi kalau kesalahannya besar atau coretannya banyak, lebih baik ulangi dari awal di kertas yang baru. Ya, ini memang butuh usaha dan stok kertas, tapi hasilnya jauh lebih baik.
- Jangan Dilipat Sembarangan: Setelah selesai menulis, simpan surat di tempat yang aman agar tidak terlipat, lecek, atau terkena noda sebelum dimasukkan ke amplop. Gunakan amplop yang ukurannya pas agar surat tidak perlu dilipat terlalu banyak (kalau bisa, lipat jadi dua atau tiga bagian saja dengan rapi).
5. Baca Ulang (Proofreading)¶
Setelah selesai menulis, jangan langsung masukkan ke amplop. Baca ulang dengan teliti setiap kata, setiap kalimat. Cek:
* Apakah ada typo atau salah eja?
* Apakah ada tata bahasa yang salah?
* Apakah nama perusahaan, jabatan, dan namamu sendiri sudah benar?
* Apakah tanggalnya sudah tepat?
* Apakah ada coretan atau noda yang terlewat?
Bahkan lebih baik lagi, minta orang lain (teman atau keluarga) untuk membacanya. Kadang mata kita sendiri sulit menemukan kesalahan pada tulisan kita.
Image just for illustration
Contoh Kerangka Surat Lamaran Resmi Tulis Tangan¶
Oke, sekarang kita coba susun kerangkanya berdasarkan poin-poin di atas. Anggap saja ini draf yang akan kamu salin rapi.
[Tempat], [Tanggal]
Kepada Yth.
[Nama Penerima, contoh: Bapak/Ibu Pimpinan HRD]
[Nama Perusahaan/Instansi]
di [Kota Perusahaan/Instansi]
Hal: Lamaran Pekerjaan
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama lengkap : [Nama Lengkap Kamu]
Tempat, tanggal lahir : [Tempat, Tanggal Lahir Kamu]
Jenis kelamin : [Laki-laki/Perempuan]
Pendidikan terakhir : [Pendidikan Terakhir Kamu]
Alamat : [Alamat Lengkap Kamu]
Nomor HP : [Nomor HP Kamu]
E-mail : [Alamat Email Kamu]
Dengan ini saya bermaksud mengajukan permohonan untuk menempati posisi [Nama Posisi yang Dilamar] di [Nama Perusahaan/Instansi] yang Bapak/Ibu pimpin. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari [Sebutkan Sumber Info Lowongan, contoh: situs web perusahaan pada tanggal xx/xx/xxxx], perusahaan Bapak/Ibu sedang membuka lowongan untuk posisi tersebut.
Saya memiliki latar belakang pendidikan di bidang [Sebutkan Bidang, contoh: Manajemen, Teknik Informatika, Desain Komunikasi Visual] dan memiliki pemahaman yang baik mengenai [Sebutkan keahlian/bidang pengetahuan relevan]. Selama [Sebutkan pengalaman, contoh: masa kuliah, pengalaman kerja sebelumnya], saya juga aktif dalam [Sebutkan kegiatan/proyek/pengalaman yang relevan, contoh: organisasi kampus, magang di perusahaan X, mengerjakan proyek Y]. Saya memiliki kemampuan di bidang [Sebutkan soft skill atau hard skill, contoh: komunikasi, kerja tim, pengoperasian software Z] dan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Saya adalah individu yang [Sebutkan sifat positif, contoh: bertanggung jawab, pekerja keras, mau belajar hal baru] dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.
Sebagai bahan pertimbangan, bersama surat ini saya lampirkan dokumen-dokumen berikut:
1. Daftar Riwayat Hidup (CV)
2. Fotokopi Ijazah Terakhir
3. Fotokopi Transkrip Nilai
4. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
5. Pas foto terbaru ukuran [ukuran, contoh: 3x4 atau 4x6]
6. [Tambahkan dokumen lain jika diminta atau relevan, contoh: sertifikat pelatihan, portofolio]
(Pastikan dokumen yang dilampirkan sesuai dengan permintaan lowongan)
Saya sangat berharap bisa diberikan kesempatan untuk mengikuti tahap selanjutnya, yaitu wawancara, agar saya dapat menjelaskan kualifikasi dan potensi diri saya secara lebih rinci.
Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
(tanda tangan)
[Nama Lengkap Kamu]
Catatan: Kamu bisa menyesuaikan paragraf isi agar lebih personal dan relevan dengan posisi yang kamu lamar dan pengalamanmu sendiri. Jangan ragu untuk menekankan keahlian spesifik yang kamu miliki.
Image just for illustration
Variasi Isi Surat Lamaran Tulis Tangan¶
Isi surat lamaran tidak harus kaku. Kamu bisa sedikit memvariasikan cara penyampaiannya, terutama di bagian isi.
Untuk Fresh Graduate:¶
Fokus pada potensi, semangat belajar, prestasi akademik, dan kegiatan di kampus yang relevan.
* “…Saya adalah lulusan baru dari [Nama Universitas/Institusi] jurusan [Nama Jurusan]. Meskipun belum memiliki pengalaman kerja formal, saya aktif mengikuti [Sebutkan kegiatan/organisasi/magang] yang membekali saya dengan [Sebutkan skill atau pengalaman relevan]. Saya adalah individu yang cepat belajar, memiliki inisiatif tinggi, dan sangat antusias untuk memulai karir serta berkontribusi di bidang [Nama Bidang atau Posisi]…”
Untuk yang Sudah Berpengalaman:¶
Fokus pada pengalaman kerja sebelumnya, tanggung jawab yang diemban, pencapaian (jika ada), dan skill yang semakin terasah.
* “…Saya memiliki pengalaman kerja selama [Jumlah Tahun] di [Nama Perusahaan Sebelumnya] sebagai [Jabatan Sebelumnya]. Selama bekerja, saya bertanggung jawab atas [Sebutkan 2-3 tanggung jawab utama]. Saya juga berhasil [Sebutkan pencapaian jika ada, contoh: meningkatkan efisiensi proses X sebesar Y% atau memimpin proyek Z]. Pengalaman ini telah membentuk saya menjadi [Sebutkan sifat/skill, contoh: individu yang terampil dalam X, memiliki kemampuan analisis yang kuat, atau mahir dalam mengelola tim]. Saya mencari tantangan baru dan yakin pengalaman serta keahlian saya sangat relevan untuk posisi [Nama Posisi yang Dilamar] di perusahaan Bapak/Ibu…”
Menekankan Minat dan Kesesuaian Budaya Perusahaan:¶
Jika kamu tahu banyak tentang perusahaan yang kamu lamar, sebutkan kenapa kamu tertarik secara spesifik.
* “…Saya telah mengikuti perkembangan [Nama Perusahaan/Instansi] dan sangat terkesan dengan [Sebutkan aspek spesifik, contoh: inovasi produk/layanan, nilai-nilai perusahaan, atau kontribusi sosialnya]. Visi dan misi perusahaan sangat selaras dengan [Sebutkan nilai pribadi atau tujuan karirmu]. Saya percaya, dengan latar belakang dan semangat yang saya miliki, saya dapat menjadi bagian dari tim yang sukses dan berkontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan…”
Apapun variasinya, kuncinya adalah jujur, relevan, dan singkat padat. Jangan berlebihan dalam memuji diri sendiri, tapi jangan juga merendahkan. Tunjukkan kepercayaan diri yang sehat.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari¶
Menulis tangan itu rentan kesalahan. Hindari hal-hal ini:
- Tulisan Tidak Rapi atau Sulit Dibaca: Ini poin paling penting. Kalau tulisanmu jelek, perekrut malas membacanya.
- Banyak Coretan atau Tipe-X: Terkesan ceroboh atau tidak teliti. Usahakan seminimal mungkin, atau bahkan tidak sama sekali.
- Salah Eja (Typo) atau Tata Bahasa: Menunjukkan kurangnya ketelitian dan kemampuan komunikasi tertulis.
- Informasi Tidak Lengkap atau Salah: Misalnya, salah nama perusahaan, salah jabatan yang dilamar, atau informasi kontak yang tidak aktif.
- Menggunakan Pena Berbeda: Konsisten menggunakan satu jenis pena (merk dan warna tinta sama) agar tulisanmu seragam.
- Kertas Lecek, Kotor, atau Robek: Mencerminkan kurangnya profesionalisme.
- Gaya Bahasa Terlalu Santai atau Terlalu Kaku: Jaga keseimbangan, gunakan bahasa Indonesia yang formal tapi tetap mengalir.
- Tidak Melampirkan Dokumen yang Diminta: Pastikan semua persyaratan lampiran terpenuhi.
Ingat, surat lamaran tulis tangan adalah kesan pertama yang kamu berikan. Jadi, pastikan kesan itu positif ya!
Image just for illustration
Mengirim Surat Lamaran Tulis Tangan¶
Setelah suratmu selesai ditulis rapi dan semua dokumen lampiran sudah siap, langkah selanjutnya adalah mengirimkannya.
- Amplop: Gunakan amplop surat yang bersih, tidak lecek, dan ukurannya sesuai. Amplop berwarna cokelat atau putih polos biasanya digunakan. Tulis alamat tujuan dan alamat pengirim (kamu) dengan rapi di bagian depan amplop menggunakan pena yang sama dengan yang kamu gunakan untuk menulis surat.
- Melipat Surat: Lipat surat dengan rapi agar pas masuk ke dalam amplop. Biasanya dilipat menjadi dua atau tiga bagian. Pastikan lipatannya lurus.
- Memasukkan Lampiran: Susun dokumen lampiran dengan rapi dan masukkan bersama surat ke dalam amplop.
- Pengiriman: Kirimkan melalui pos atau kurir sesuai instruksi dari pihak perusahaan. Jika diminta dikirim langsung, pastikan kamu tahu jam kerja mereka dan berpakaian rapi saat mengantar.
Proses ini mungkin terasa lebih repot dibanding kirim email, tapi justru di situlah nilai tambahnya. Kamu menunjukkan effort ekstra.
Fakta Menarik Seputar Tulisan Tangan¶
Di tengah gempuran digital, ada lho studi yang bilang menulis tangan itu punya manfaat buat otak. Misalnya, bisa membantu mengingat informasi lebih baik dan melatih motorik halus. Permintaan surat lamaran tulis tangan ini mungkin salah satunya didasari pemikiran bahwa proses menulis tangan itu sendiri butuh konsentrasi dan skill yang kadang terabaikan di era keyboard. Jadi, anggap saja ini kesempatan buat nunjukkin bahwa kamu punya kemampuan dasar yang kuat, termasuk dalam hal ketelitian dan kerapian.
Selain itu, di beberapa budaya atau profesi tertentu (misalnya di bidang seni atau desain), tulisan tangan yang unik dan rapi bahkan bisa dianggap sebagai bagian dari portofolio atau identitas personal.
Kesimpulan¶
Menulis surat lamaran resmi tulis tangan memang butuh ketelitian dan kesabaran lebih. Tapi, dengan mengikuti panduan di atas, memilih kertas dan pena yang tepat, serta fokus pada kerapian dan minim kesalahan, kamu pasti bisa bikin surat yang profesional dan meninggalkan kesan positif pada perekrut. Ini adalah kesempatanmu untuk menunjukkan bahwa di balik kemampuan digital, kamu juga punya kemampuan dasar yang kuat dan perhatian terhadap detail.
Jadi, jangan panik kalau diminta bikin surat lamaran tulis tangan. Anggap ini sebagai tantangan yang menarik dan kesempatan untuk menonjolkan diri!
Nah, gimana? Udah kebayang kan cara bikin surat lamaran resmi tulis tangan yang oke? Ada pengalaman seru atau mungkin tips lain yang mau kamu share soal ini? Yuk, ceritakan di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar