Panduan Lengkap: Contoh Kalimat Perintah Jitu di Surat Lamaran Kerja yang Bikin HRD Kepincut
Menulis surat lamaran kerja itu ibarat berjualan. Anda sedang “menjual” diri Anda, kemampuan Anda, dan pengalaman Anda kepada calon pembeli (HRD atau rekruter). Sama seperti closing dalam penjualan, bagian penutup surat lamaran Anda punya peran krusial untuk mendorong rekruter melakukan langkah selanjutnya. Di sinilah pentingnya menggunakan kalimat yang tegas dan jelas, yang sering kali terasa seperti perintah atau arahan, padahal sebetulnya adalah ajakan atau permintaan yang sopan dan profesional.
Kalimat penutup yang kuat bukan hanya sekadar formalitas “besar harapan saya untuk diterima”. Lebih dari itu, kalimat ini menunjukkan kepercayaan diri Anda, kejelasan tujuan Anda, dan yang paling penting, memberi panduan bagi rekruter tentang apa yang Anda harapkan atau siapkan. Menggunakan kalimat yang tepat bisa membuat surat lamaran Anda lebih menonjol dan meningkatkan peluang Anda dilirik untuk tahap berikutnya. Yuk, kita bedah lebih dalam!
Kenapa Perlu Kalimat Penutup yang Tegas?¶
Dalam dunia rekrutmen yang serba cepat, rekruter menerima puluhan bahkan ratusan surat lamaran untuk satu posisi. Mereka punya waktu yang sangat terbatas untuk memilah-milah. Kalimat penutup yang to the point dan jelas bisa sangat membantu rekruter memahami apa yang Anda inginkan dan bagaimana menindaklanjuti aplikasi Anda. Ini menunjukkan bahwa Anda profesional dan menghargai waktu mereka.
Selain itu, kalimat yang tegas (tapi tetap sopan!) memancarkan aura kepercayaan diri. Ini menandakan bahwa Anda serius dengan lamaran ini dan yakin bahwa Anda adalah kandidat yang tepat. Kepercayaan diri ini penting karena menunjukkan bahwa Anda tidak ragu-ragu dalam mengambil inisiatif, kualitas yang dicari oleh banyak perusahaan. Intinya, ini adalah cara halus untuk “memimpin” rekruter ke langkah selanjutnya yang Anda inginkan.
Image just for illustration
Bukan Perintah, tapi Ajakan dan Permintaan yang Sopan¶
Penting untuk digarisbawahi: meskipun keyword-nya adalah “kalimat perintah”, dalam konteks surat lamaran, kita tidak benar-benar menggunakan kalimat perintah yang kasar atau memaksa seperti “Wawancarai saya segera!” atau “Telepon saya besok!”. Itu sangat tidak profesional dan bisa langsung membuat lamaran Anda dibuang. Yang dimaksud di sini adalah kalimat yang bersifat assertive, yaitu jelas dalam menyatakan maksud atau harapan Anda, namun tetap menggunakan bahasa yang sopan dan profesional.
Gunakanlah kata-kata seperti “mohon”, “silakan”, “saya berharap”, “saya menantikan”, atau “saya siap”. Kata-kata ini melembutkan nuansa “perintah” menjadi “permintaan” atau “ajakan” yang terhormat. Tujuannya adalah untuk memberi arahan yang jelas tanpa terkesan mendikte. Ingat, Anda sedang melamar, bukan memerintah. Keseimbangan antara ketegasan dan kesopanan adalah kuncinya.
Jenis-jenis Kalimat “Perintah” (Assertive) dalam Surat Lamaran¶
Ada beberapa area di mana Anda bisa menggunakan kalimat yang assertive ini di bagian penutup surat lamaran Anda. Masing-masing punya tujuan spesifik dan perlu dirangkai dengan hati-hati. Mari kita lihat contoh-contohnya berdasarkan tujuannya:
Mengajukan Permohonan Wawancara¶
Ini mungkin tujuan paling umum dari penutup surat lamaran. Anda ingin mengungkapkan harapan dan kesiapan Anda untuk diundang wawancara, sebagai tahap selanjutnya dalam proses seleksi. Kalimat-kalimat di sini harus jelas menyatakan keinginan Anda untuk bertemu dan berdiskusi lebih lanjut.
- Contoh 1: “Saya sangat berharap dapat berdiskusi lebih lanjut mengenai peluang ini dalam sebuah wawancara pada waktu yang Bapak/Ibu tentukan.”
- Penjelasan: Kalimat ini langsung pada intinya – Anda ingin wawancara. Frasa “pada waktu yang Bapak/Ibu tentukan” menunjukkan fleksibilitas dan penghormatan terhadap jadwal mereka. Ini adalah cara yang sopan namun tegas untuk menyatakan keinginan Anda untuk lanjut ke tahap berikutnya. Kalimat ini profesional dan tidak terkesan memaksa sama sekali.
- Contoh 2: “Saya menantikan kabar baik dari Bapak/Ibu untuk menjadwalkan pertemuan guna membahas bagaimana kualifikasi saya dapat memberikan kontribusi positif bagi [Nama Perusahaan].”
- Penjelasan: Penggunaan kata “menantikan” menunjukkan antusiasme dan harapan. Menambahkan frasa yang mengaitkan kualifikasi Anda dengan kontribusi bagi perusahaan menunjukkan bahwa fokus Anda adalah pada nilai yang bisa Anda berikan, bukan hanya sekadar mendapatkan pekerjaan. Ini adalah kalimat penutup yang proaktif dan berorientasi pada hasil.
- Contoh 3: “Dengan kualifikasi dan antusiasme yang saya miliki, saya siap diundang untuk wawancara kapan pun yang paling nyaman bagi tim rekrutmen.”
- Penjelasan: Kalimat ini menggabungkan penegasan kualifikasi dengan kesiapan untuk wawancara. “Kapan pun yang paling nyaman” lagi-lagi menunjukkan fleksibilitas. Struktur kalimat ini terdengar percaya diri tanpa terdengar arogan, berfokus pada kesiapan Anda untuk langkah selanjutnya.
Merujuk pada Dokumen Terlampir¶
Anda perlu memastikan rekruter tahu bahwa ada dokumen penting lain yang menyertai surat lamaran Anda, seperti CV, portofolio, atau ijazah. Kalimat ini berfungsi sebagai “pemberitahuan” dan “arahan” halus untuk memeriksa lampiran tersebut.
- Contoh 1: “Anda dapat menemukan detail lengkap mengenai kualifikasi dan pengalaman kerja saya pada CV terlampir untuk tinjauan lebih lanjut.”
- Penjelasan: Kalimat ini memberi tahu rekruter secara spesifik di mana mereka bisa mendapatkan informasi lebih detail tentang Anda. Menggunakan kata “dapat menemukan” dan “untuk tinjauan lebih lanjut” adalah cara yang sopan untuk mengarahkan mereka ke dokumen pendukung. Ini memastikan CV Anda tidak terlewatkan.
- Contoh 2: “Silakan tinjau portofolio saya yang disertakan bersama surat ini untuk melihat contoh konkret hasil kerja saya di bidang [Sebutkan Bidang/Skill].”
- Penjelasan: Penggunaan kata “silakan” sangat penting untuk kesopanan. Kalimat ini secara eksplisit menyebutkan jenis dokumen yang dilampirkan (portofolio) dan apa isinya (contoh hasil kerja), serta area spesifik yang relevan. Ini sangat efektif, terutama jika Anda melamar pekerjaan di bidang kreatif atau teknis yang membutuhkan bukti kemampuan.
- Contoh 3: “Untuk validasi data dan bukti pendukung, mohon merujuk pada scan ijazah dan transkrip nilai yang saya lampirkan dalam aplikasi ini.”
- Penjelasan: Kalimat ini spesifik merujuk pada dokumen formal seperti ijazah. Kata “mohon merujuk” adalah bentuk permintaan yang sangat sopan. Menjelaskan kenapa mereka harus merujuk (validasi data) menambah konteks dan keprofesionalan pada permintaan Anda.
Menyatakan Ketersediaan dan Cara Menghubungi¶
Ini adalah bagian penting untuk memastikan rekruter tahu bagaimana dan kapan mereka bisa menghubungi Anda. Anda perlu memberi mereka arahan yang jelas mengenai jalur komunikasi yang Anda preferensikan atau yang paling responsif.
- Contoh 1: “Mohon jangan ragu menghubungi saya melalui nomor telepon [Nomor Telepon Anda] atau alamat email [Alamat Email Anda] yang tercantum di bagian atas surat ini untuk pengaturan wawancara.”
- Penjelasan: Frasa “mohon jangan ragu” adalah cara yang sangat sopan untuk mengundang mereka menghubungi Anda. Menyebutkan kembali detail kontak di bagian penutup, meskipun sudah ada di header, berfungsi sebagai pengingat dan penegasan. Ini membuat rekruter tidak perlu mencari-cari informasi kontak Anda.
- Contoh 2: “Anda bisa menghubungi saya kapan saja pada jam kerja untuk diskusi singkat atau penjadwalan wawancara.”
- Penjelasan: Ini menunjukkan ketersediaan Anda yang fleksibel (dalam jam kerja) dan proaktif dalam menawarkan diri untuk diskusi singkat. Kata “bisa menghubungi” adalah bentuk ajakan yang halus. Kalimat ini menunjukkan keseriusan dan komitmen Anda.
- Contoh 3: “Untuk respons tercepat, disarankan menghubungi saya melalui WhatsApp di nomor [Nomor WhatsApp Anda].”
- Penjelasan: Kalimat ini sangat praktis dan modern, relevan jika perusahaan atau industri terkait sering menggunakan WhatsApp untuk komunikasi awal. Menggunakan kata “disarankan” adalah cara yang sopan untuk memberi preferensi kontak tanpa terdengar menuntut. Pastikan ini sesuai dengan budaya perusahaan yang Anda lamar.
Mengindikasikan Langkah Selanjutnya¶
Terkadang, Anda bisa mengindikasikan pemahaman Anda tentang proses rekrutmen atau menunjukkan kesiapan Anda untuk tahap-tahap berikutnya selain wawancara, seperti tes, studi kasus, atau presentasi.
- Contoh 1: “Saya percaya kualifikasi saya sangat cocok dengan kebutuhan posisi ini, dan saya antusias untuk melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.”
- Penjelasan: Kalimat ini menegaskan keyakinan Anda pada kecocokan (ini penting!) dan menunjukkan antusiasme untuk proses selanjutnya secara umum. Kata “melanjutkan” menyiratkan bahwa Anda siap untuk apa pun tahapan setelah peninjauan awal.
- Contoh 2: “Saya siap memberikan informasi tambahan apa pun yang mungkin diperlukan selama proses rekrutmen dan menyambut kesempatan untuk menunjukkan kemampuan saya lebih jauh.”
- Penjelasan: Ini menunjukkan sikap kooperatif dan proaktif. Anda tidak hanya menunggu, tetapi juga siap memberikan apa pun yang dibutuhkan rekruter. Frasa “menyambut kesempatan” menunjukkan sikap positif terhadap tantangan atau tes yang mungkin diberikan.
- Contoh 3: “Saya menunggu arahan selanjutnya dari tim rekrutmen terkait jadwal dan proses seleksi.”
- Penjelasan: Ini adalah kalimat yang sangat sopan dan sabar, menunjukkan bahwa Anda memahami bahwa rekruter yang memegang kendali proses. Kata “menunggu arahan” adalah bentuk penutup yang formal namun tetap jelas bahwa Anda mengharapkan tindak lanjut.
Image just for illustration
Tips Merangkai Kalimat “Perintah” yang Efektif¶
Merangkai kalimat penutup yang kuat ini butuh sedikit seni. Tujuannya adalah terdengar percaya diri dan jelas, bukan sombong atau menuntut. Berikut beberapa tips untuk memastikan kalimat “perintah” sopan Anda efektif:
- Selalu Gunakan Kata-kata Sopan: Ini adalah aturan emas. “Mohon”, “silakan”, “saya berharap”, “saya menantikan”, “dengan hormat” adalah teman terbaik Anda. Kesopanan menunjukkan profesionalisme dan etika kerja yang baik.
- Sesuaikan Nada dengan Budaya Perusahaan: Jika melamar ke startup kreatif yang sangat santai, mungkin Anda bisa sedikit lebih kasual (tapi tetap profesional!). Jika melamar ke bank atau lembaga pemerintahan, gunakan bahasa yang lebih formal dan baku. Riset sedikit tentang perusahaan bisa sangat membantu.
- Pastikan Jelas Apa yang Anda Inginkan: Hindari kalimat yang ambigu. Apakah Anda ingin dihubungi untuk wawancara? Apakah Anda ingin mereka melihat portofolio Anda? Sebutkan dengan jelas. Rekruter tidak punya waktu untuk menebak-nebak.
- Hindari Kesan Memaksa atau Arogan: Jangan sampai kalimat Anda terdengar seperti menekan rekruter. Anda hanya menyatakan harapan dan kesiapan Anda, bukan mendikte mereka. Frasa seperti “Anda harus segera menghubungi saya” atau “Saya memerintahkan Anda meninjau CV saya” jelas DILARANG.
- Fokus pada Manfaat (Implisit): Meskipun kalimatnya berfokus pada langkah selanjutnya, selalu baik jika bisa sedikit mengaitkannya dengan kontribusi Anda. Contoh: “untuk membahas bagaimana kualifikasi saya dapat berkontribusi…” menunjukkan bahwa ajakan wawancara Anda bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kepentingan perusahaan.
- Pastikan Konsisten dengan Isi Surat: Kalimat penutup Anda harus selaras dengan isi surat lamaran secara keseluruhan. Jika di awal Anda terdengar sangat antusias dan yakin, penutup yang tegas akan terasa pas. Jika di awal Anda terdengar ragu-ragu, penutup yang terlalu kuat bisa terasa tidak konsisten.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari¶
Dalam upaya membuat penutup yang kuat, beberapa orang malah terjebak dalam kesalahan yang bisa merugikan. Apa saja itu?
- Terlalu Mendesak: Seperti yang sudah dibahas, jangan sampai terdengar menuntut. Ini menunjukkan ketidakprofesionalan. Rekruter akan menghubungi Anda jika memang tertarik.
- Bahasa yang Terlalu Kaku atau Terlalu Santai: Kaku bisa membuat surat Anda terasa impersonal, sedangkan terlalu santai (menggunakan slang, singkatan tidak formal) jelas tidak profesional. Temukan keseimbangan yang tepat.
- Tidak Ada Call to Action yang Jelas: Ini adalah kesalahan fatal. Jika Anda tidak memberi tahu rekruter apa yang Anda harapkan, mereka mungkin tidak melakukan apa pun. Surat lamaran Anda akan berakhir di tumpukan “nantinya” yang mungkin tidak pernah tersentuh lagi.
- Menulis Kalimat Pasif: Hindari struktur kalimat pasif di bagian penutup. Kalimat aktif lebih kuat dan langsung. Contoh: Pasif: “Diharapkan saya akan dihubungi.” Aktif: “Saya menantikan untuk dihubungi.” Kalimat aktif menunjukkan inisiatif.
Mengapa Kalimat Tegas Mempengaruhi Recruiter?¶
Secara psikologis, kalimat yang jelas dan tegas (dalam batasan sopan) menunjukkan beberapa hal positif tentang Anda. Pertama, itu menunjukkan bahwa Anda tahu apa yang Anda inginkan dan tidak takut untuk menyatakannya. Ini adalah tanda inisiatif dan proaktivitas. Kedua, ini mempermudah kerja rekruter. Mereka tidak perlu menebak-nebak niat Anda atau mencari-cari informasi kontak. Anda sudah menyediakannya dan mengarahkan mereka.
Dalam proses seleksi, di mana banyak kandidat mungkin hanya menutup surat mereka dengan kalimat pasif atau klise, penutup yang assertive bisa membuat Anda menonjol. Itu menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang mengambil kendali (dalam konteks yang tepat) dan serius dengan peluang ini. Ini adalah cara halus untuk menunjukkan bahwa Anda punya kualitas kepemimpinan atau setidaknya inisiatif.
Image just for illustration
Tabel Perbandingan: Sopan vs. Kurang Sopan¶
Supaya lebih jelas, yuk kita lihat perbandingan beberapa kalimat yang tujuannya sama, tapi beda penyampaiannya:
| Tujuan | Sopan (Assertive & Professional) | Kurang Sopan (Terkesan Perintah/Memaksa) |
|---|---|---|
| Minta Wawancara | Saya berharap dapat diundang untuk wawancara… Saya siap diundang kapan saja… |
Segera jadwalkan wawancara untuk saya! Anda harus mewawancarai saya. |
| Rujuk Dokumen | Mohon tinjau CV terlampir… Silakan lihat portofolio saya… |
Lihat CV saya! Buka portofolio saya! |
| Menyatakan Ketersediaan/Kontak | Mohon jangan ragu menghubungi saya… Anda bisa menghubungi saya di nomor… |
Telepon saya sekarang! Hubungi saya besok pagi! |
| Mengindikasikan Langkah Selanjutnya | Saya antusias untuk melanjutkan ke tahap berikutnya… Saya menunggu arahan selanjutnya… |
Beri tahu saya apa langkah selanjutnya! Apa yang harus saya lakukan? |
Tabel ini menunjukkan dengan jelas bahwa ada cara profesional untuk menyatakan harapan Anda tanpa terdengar kasar atau tidak sopan. Pilih kalimat yang berada di kolom kiri, ya!
Letaknya di Mana?¶
Kalimat-kalimat “perintah” sopan ini umumnya ditempatkan di paragraf penutup surat lamaran. Biasanya, paragraf penutup dimulai dengan merangkum kembali ketertarikan dan keyakinan Anda akan kecocokan dengan posisi tersebut, kemudian dilanjutkan dengan call to action yang jelas seperti yang sudah kita bahas, dan diakhiri dengan ucapan terima kasih serta salam penutup formal.
Contoh struktur paragraf penutup:
“Berdasarkan kualifikasi dan pengalaman yang telah saya paparkan, saya yakin saya adalah kandidat yang tepat untuk mengisi posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan]. Saya sangat berharap dapat berdiskusi lebih lanjut mengenai peluang ini dalam sebuah wawancara pada waktu yang Bapak/Ibu tentukan. Untuk tinjauan lebih lanjut, Anda dapat menemukan detail lengkap mengenai kualifikasi saya pada CV terlampir. Mohon jangan ragu menghubungi saya melalui nomor telepon [Nomor Telepon Anda] untuk pengaturan lebih lanjut. Atas perhatian dan waktu Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.”
Lihat bagaimana kalimat-kalimat tegas yang sopan disisipkan di akhir untuk memberi arahan yang jelas.
Image just for illustration
Fakta Menarik Seputar Surat Lamaran & CTAs¶
Tahukah Anda? Beberapa studi menunjukkan bahwa rekruter rata-rata hanya menghabiskan 6-7 detik untuk memindai CV dan surat lamaran pada peninjauan awal. Ini berarti kesan pertama harus kuat! Kalimat penutup yang jelas dan langsung ke pokok persoalan sangat membantu dalam membuat kesan yang baik dan memastikan rekruter tidak melewatkan call to action Anda.
Personalisasi surat lamaran Anda juga sangat penting. Menggunakan kalimat “perintah” sopan yang spesifik untuk posisi atau perusahaan yang dilamar akan jauh lebih efektif daripada menggunakan template generik. Ini menunjukkan bahwa Anda meluangkan waktu dan usaha untuk memahami apa yang dicari oleh perusahaan tersebut. Jangan malas mengganti nama perusahaan dan detail relevan lainnya!
Intinya, menutup surat lamaran dengan kalimat yang tegas namun tetap profesional dan sopan adalah kunci untuk menunjukkan kepercayaan diri, profesionalisme, dan kejelasan harapan Anda. Ini bukan tentang memerintah, tetapi tentang memberi panduan yang jelas kepada rekruter dan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan panggilan wawancara.
Nah, itu dia penjelasan dan contoh-contoh kalimat yang bisa Anda gunakan. Semoga artikel ini memberikan pencerahan dan membantu Anda menyusun surat lamaran yang lebih powerful!
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda punya pengalaman menggunakan kalimat penutup yang spesifik? Atau ada contoh lain yang ingin Anda bagikan? Yuk, berbagi di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar