Panduan Lengkap Contoh Surat Pemberitahuan Cuti Bersama Imlek 2023: Mudah & Anti Ribet!

Table of Contents

Libur cuti bersama adalah momen yang ditunggu-tunggu banyak orang, terutama bagi para pekerja. Kesempatan ini memberikan jeda sejenak dari rutinitas kantor untuk berkumpul bersama keluarga atau sekadar beristirahat. Khususnya untuk perayaan hari besar seperti Imlek, pemerintah sering menetapkan kebijakan cuti bersama demi kelancaran perayaan dan mobilitas masyarakat.

Pemberitahuan resmi mengenai cuti bersama ini jadi hal yang sangat penting, baik dari sisi perusahaan maupun karyawan. Surat pemberitahuan tidak hanya menginformasikan tanggal libur, tapi juga mengatur ekspektasi dan memastikan kelancaran operasional sebelum, selama, dan setelah masa libur. Meski Imlek 2023 sudah berlalu, prinsip dan format surat pemberitahuan ini tetap relevan dan bisa jadi panduan berharga untuk cuti bersama di masa mendatang.

Contoh Surat Pemberitahuan Cuti Bersama Imlek 2023
Image just for illustration

Mengapa Surat Pemberitahuan Cuti Bersama Itu Penting?

Surat pemberitahuan cuti bersama, terutama yang dikeluarkan oleh perusahaan, berfungsi sebagai pedoman resmi bagi seluruh karyawan. Dokumen ini memastikan bahwa semua pihak memiliki informasi yang sama dan menghindari kebingungan mengenai jadwal kerja. Adanya surat ini juga menunjukkan profesionalisme perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia dan mematuhi regulasi pemerintah terkait hari libur nasional. Tanpa pemberitahuan yang jelas, bisa jadi ada karyawan yang tidak tahu atau salah paham tentang jadwal libur, yang berpotensi mengganggu operasional perusahaan.

Di sisi lain, bagi karyawan, surat ini adalah konfirmasi resmi yang bisa digunakan untuk merencanakan kegiatan pribadi. Ini memberikan kepastian untuk mengatur perjalanan, acara keluarga, atau bahkan sekadar waktu untuk berdiam diri di rumah. Kesepahaman antara perusahaan dan karyawan mengenai cuti bersama akan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Jadi, jangan sepelekan peran surat penting satu ini!

Struktur Utama Surat Pemberitahuan Cuti Bersama

Untuk membuat surat pemberitahuan cuti bersama yang efektif dan mudah dipahami, ada beberapa elemen penting yang harus ada. Struktur ini memastikan bahwa semua informasi krusial tersampaikan dengan jelas dan tidak membingungkan penerima. Setiap bagian memiliki peran masing-masing dalam menyampaikan pesan secara komprehensif. Berikut adalah komponen-komponen yang biasanya wajib ada dalam sebuah surat pemberitahuan cuti bersama:

Bagian Surat Deskripsi
Kop Surat Perusahaan Bagian paling atas yang berisi logo, nama, alamat lengkap, nomor telepon, dan email perusahaan. Ini menegaskan identitas pengirim surat.
Nomor Surat Kode unik yang digunakan untuk keperluan arsip dan memudahkan pelacakan dokumen. Setiap surat yang keluar biasanya memiliki nomor registrasi.
Lampiran (jika ada) Menyatakan apakah ada dokumen lain yang dilampirkan bersama surat ini, misalnya daftar shift kerja atau kebijakan khusus. Biasanya diisi dengan “—” jika tidak ada lampiran.
Hal/Perihal Ringkasan singkat mengenai isi surat, contohnya “Pemberitahuan Cuti Bersama Imlek 2023”. Ini membantu penerima memahami inti surat secara cepat.
Tanggal Surat Tanggal surat dibuat dan dikeluarkan oleh perusahaan. Pastikan tanggal ini akurat dan relevan dengan waktu pemberitahuan.
Penerima Surat Biasanya ditujukan kepada “Seluruh Karyawan [Nama Perusahaan]” atau departemen terkait. Bagian ini menjelaskan siapa target audiens dari surat tersebut.
Salam Pembuka Ungkapan sapaan yang sopan dan formal seperti “Dengan hormat,” atau “Assalamualaikum Wr. Wb.”. Ini menciptakan nuansa profesional dalam komunikasi.
Isi Surat Bagian paling penting yang memuat informasi inti. Berisi detail mengenai tanggal cuti bersama, dasar hukum (jika ada, seperti SKB 3 Menteri), durasi cuti, serta instruksi atau harapan selama dan setelah cuti.
Ketentuan Tambahan (opsional) Informasi tambahan seperti prosedur pengajuan cuti tambahan, penugasan on-call, atau nomor kontak darurat. Bagian ini penting untuk mengantisipasi kondisi khusus.
Salam Penutup Ungkapan penutup yang sopan seperti “Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.” Ini menunjukkan rasa hormat dan penghargaan.
Nama dan Jabatan Penanda Tangan Nama lengkap dan jabatan pihak yang berwenang mengeluarkan surat (misalnya, Direktur HRD atau General Manager). Di bawahnya biasanya ada tanda tangan asli.

Pastikan setiap bagian terisi dengan informasi yang akurat dan lugas. Kesalahan informasi atau penulisan bisa menyebabkan kebingungan yang tidak perlu.

Contoh Surat Pemberitahuan Cuti Bersama dari Perusahaan ke Karyawan (untuk Imlek 2023)

Berikut adalah contoh format surat pemberitahuan yang bisa kamu jadikan referensi. Ingat, sesuaikan detailnya dengan kebijakan perusahaan dan tanggal cuti bersama yang berlaku. Contoh ini difokuskan pada cuti bersama Imlek 2023, namun kerangkanya bisa diaplikasikan untuk cuti bersama lainnya.


[KOP SURAT PERUSAHAAN]
[NAMA PERUSAHAAN]
[Alamat Lengkap Perusahaan]
[Nomor Telepon] | [Email Perusahaan] | [Website Perusahaan]


Nomor : [Nomor Surat]/HRD/II/2023
Lampiran :
Perihal : Pemberitahuan Cuti Bersama Perayaan Imlek 2023


[Tanggal Dikeluarkan Surat, contoh: 20 Januari 2023]


Yth. Seluruh Karyawan PT. [Nama Perusahaan Anda]
Di Tempat


Dengan hormat,

Sehubungan dengan penetapan Hari Raya Imlek 2574 Kongzili pada tanggal 22 Januari 2023 dan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 1006 Tahun 2022, Nomor 3 Tahun 2022, dan Nomor 3 Tahun 2022 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023, dengan ini kami sampaikan bahwa PT. [Nama Perusahaan Anda] akan memberlakukan cuti bersama. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memfasilitasi perayaan hari besar dan mendorong mobilitas masyarakat. Kami berharap momen ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh karyawan.

Adapun jadwal cuti bersama untuk perayaan Hari Raya Imlek 2574 Kongzili adalah sebagai berikut:

  • Hari/Tanggal : Senin, 23 Januari 2023
  • Keterangan : Cuti Bersama Hari Raya Imlek 2574 Kongzili

Maka dengan demikian, operasional perusahaan akan diliburkan mulai hari Minggu, 22 Januari 2023, dan akan kembali beroperasi normal pada hari Selasa, 24 Januari 2023. Kami mohon agar seluruh karyawan dapat mempersiapkan segala pekerjaan yang berkaitan dengan deadline atau follow-up penting sebelum periode libur ini. Pastikan semua tugas urgent telah diselesaikan atau didelegasikan dengan baik agar tidak menghambat kinerja setelah liburan.

Bagi divisi atau karyawan yang memiliki jobdesk on-call atau urgent yang tidak dapat ditinggalkan, akan diatur secara khusus oleh masing-masing kepala divisi. Informasi lebih lanjut mengenai pengaturan tersebut akan disampaikan secara terpisah. Mohon kesediaannya untuk tetap standby jika memang dibutuhkan dalam kondisi darurat.

Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan agar menjadi perhatian seluruh karyawan. Kami berharap periode cuti bersama ini dapat Bapak/Ibu manfaatkan untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, atau melakukan kegiatan positif lainnya. Selamat merayakan Hari Raya Imlek bagi yang merayakan.

Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,

[Tanda Tangan]

[Nama Lengkap Penanggung Jawab]
[Jabatan Penanggung Jawab, contoh: Direktur HRD]


Tips Penting dalam Membuat Surat Pemberitahuan Cuti Bersama

Membuat surat pemberitahuan bukan sekadar menempelkan teks pada template. Ada beberapa tips yang bisa membuat suratmu lebih efektif dan ngena di hati karyawan. Perhatikan hal-hal berikut agar pesan tersampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan pertanyaan.

1. Penyampaian yang Jelas dan Ringkas

Pastikan informasi utama seperti tanggal mulai dan berakhirnya cuti, serta tanggal kembali masuk kerja, tertulis dengan sangat jelas. Hindari bahasa yang bertele-tele dan langsung pada intinya. Karyawan harus bisa dengan cepat menangkap informasi penting tanpa perlu membaca berulang kali. Ini akan menghemat waktu dan mencegah kesalahpahaman.

2. Dasar Hukum yang Kuat

Selalu sebutkan dasar hukum atau regulasi yang melandasi penetapan cuti bersama, misalnya SKB Tiga Menteri. Hal ini akan memperkuat validitas surat dan menunjukkan bahwa perusahaan mematuhi aturan pemerintah. Kejelasan dasar hukum akan menghilangkan keraguan di kalangan karyawan dan menunjukkan transparansi.

3. Informasi Tambahan yang Relevan

Jika ada ketentuan khusus seperti standby untuk tim tertentu, prosedur on-call, atau deadline pekerjaan sebelum libur, sertakan dalam surat. Berikan juga contact person yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat selama masa cuti. Informasi tambahan ini sangat membantu karyawan dalam mempersiapkan diri dan memastikan kelancaran operasional.

4. Gaya Bahasa yang Profesional namun Humanis

Meskipun ini surat resmi, gunakan bahasa yang ramah dan menghargai karyawan. Sampaikan harapan agar cuti bisa dimanfaatkan dengan baik dan ucapan selamat merayakan hari besar. Gaya bahasa yang baik akan membangun engagement positif antara perusahaan dan karyawan, menunjukkan bahwa perusahaan peduli.

5. Distribusi yang Efektif

Pastikan surat ini sampai ke semua karyawan melalui saluran yang tepat, baik itu email resmi, pengumuman di papan informasi, grup chat internal, atau portal karyawan. Idealnya, kombinasi beberapa saluran digunakan untuk memastikan cakupan luas. Konfirmasi bahwa setiap karyawan telah menerima dan memahami pemberitahuan sangat penting.

Cuti Bersama Imlek 2023: Sedikit Kilas Balik dan Fakta Menarik

Imlek, atau Tahun Baru Cina, adalah salah satu perayaan paling penting bagi etnis Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perayaan ini jatuh pada tanggalan lunar dan selalu dirayakan dengan penuh suka cita, tradisi, dan harapan baru. Di Indonesia, Imlek telah diakui sebagai hari libur nasional sejak tahun 2003, berkat keputusan Presiden Megawati Soekarnoputri. Ini menjadi tonggak sejarah penting dalam pengakuan pluralisme budaya di tanah air.

Pada tahun 2023, Imlek jatuh pada hari Minggu, 22 Januari. Pemerintah, melalui SKB Tiga Menteri, kemudian menetapkan Senin, 23 Januari 2023, sebagai hari cuti bersama. Keputusan ini memungkinkan masyarakat yang merayakan Imlek untuk memiliki waktu lebih panjang bersama keluarga atau melakukan tradisi seperti sowan ke sanak saudara. Ini juga memberikan kesempatan bagi yang tidak merayakan untuk menikmati libur panjang. Dampaknya cukup terasa, dari peningkatan aktivitas pariwisana hingga kepadatan lalu lintas di beberapa ruas jalan.

Cuti bersama ini juga memiliki dampak ekonomi. Peningkatan mobilitas dan konsumsi selama periode liburan singkat ini dapat mendorong sektor pariwisata dan ritel. Banyak masyarakat memanfaatkan momen ini untuk berlibur singkat ke luar kota atau sekadar menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan. Ini menunjukkan bagaimana kebijakan cuti bersama bisa memiliki multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional.

Mengelola Cuti Bersama: Perspektif Perusahaan dan Karyawan

Cuti bersama itu ibarat pedang bermata dua; bisa jadi berkah, tapi juga tantangan. Penting bagi perusahaan dan karyawan untuk mengelolanya dengan baik agar manfaatnya maksimal dan risikonya minimal.

Mengelola Cuti Bersama: Perspektif Perusahaan

Bagi perusahaan, cuti bersama berarti adanya jeda dalam operasional, yang membutuhkan perencanaan matang. Pertama, perencanaan workload sebelum dan sesudah cuti sangat krusial. Pastikan semua proyek penting selesai tepat waktu atau ada tim yang standby untuk mengatasinya. Kedua, komunikasi internal harus efektif. Jauh-jauh hari, infokan tanggal cuti, kebijakan khusus, dan penanggung jawab di setiap divisi jika ada urgent matter.

Ketiga, evaluasi kebutuhan on-call. Tidak semua departemen bisa libur total, seperti IT, customer service, atau operasional inti. Tunjuk tim on-call dengan jadwal jelas dan kompensasi yang sesuai. Keempat, evaluasi dampak pada klien dan partner. Beritahukan mereka mengenai jadwal libur perusahaan agar tidak ada miskomunikasi atau project yang tertunda. Ini menjaga hubungan baik dan profesionalisme.

Mengelola Cuti Bersama: Perspektif Karyawan

Nah, buat karyawan, cuti bersama itu kesempatan emas! Pertama, manfaatkan libur dengan bijak. Entah itu untuk istirahat, berkumpul keluarga, atau melakukan hobi yang tertunda. Jangan sampai liburanmu malah bikin makin stres karena urusan pekerjaan yang belum tuntas. Kedua, persiapkan pekerjaanmu. Selesaikan semua deadline atau setidaknya delegasikan tugas penting kepada rekan kerja yang standby atau atasan.

Ketiga, atur komunikasi dengan baik. Jika kamu punya urgent contact dari klien, berikan auto-reply email yang menginformasikan bahwa kamu sedang cuti dan kapan akan kembali. Sediakan juga contact person alternatif jika memang dibutuhkan. Keempat, nikmati momen tanpa stress kerja. Setelah semua persiapan dilakukan, biarkan pikiranmu bebas dari deadline dan email kantor. Ini penting untuk recharge energi dan kembali bekerja dengan semangat baru.

Perbedaan Cuti Bersama dan Cuti Tahunan

Seringkali, masih banyak yang bingung antara cuti bersama dan cuti tahunan. Padahal, keduanya punya karakteristik dan aturan yang berbeda, lho! Memahami perbedaannya itu penting agar kamu tidak salah perhitungan jatah cuti. Mari kita bedah lebih lanjut perbedaan mendasar dari kedua jenis cuti ini.

Cuti Bersama adalah hari libur tambahan yang ditetapkan oleh pemerintah (biasanya melalui SKB Tiga Menteri) untuk menyertai hari libur nasional tertentu. Tujuannya adalah untuk mendorong mobilitas masyarakat dan memberikan kesempatan lebih bagi individu untuk merayakan hari besar atau berlibur. Cuti bersama sifatnya mandatory untuk sebagian besar karyawan, artinya jika perusahaan beroperasi, jatah cuti ini akan langsung dipotong dari jatah cuti tahunan karyawan. Jika karyawan tidak mengambil cuti pada hari cuti bersama (misalnya karena tuntutan pekerjaan), maka jatah cutinya tidak otomatis hangus, melainkan bisa dikompensasi dengan cuti tambahan di lain waktu atau uang.

Di sisi lain, Cuti Tahunan adalah hak setiap karyawan yang bekerja setidaknya selama 12 bulan berturut-turut di perusahaan yang sama. Umumnya, setiap karyawan berhak atas 12 hari cuti tahunan, atau lebih tergantung kebijakan perusahaan. Cuti tahunan ini fleksibel dalam pengambilannya, artinya karyawan bisa mengajukan kapan saja sesuai kebutuhan, dengan persetujuan atasan dan disesuaikan dengan jadwal tim. Jatah cuti tahunan yang tidak diambil dalam periode tertentu (biasanya satu tahun atau sesuai kebijakan perusahaan) bisa hangus atau diakumulasikan, tergantung aturan internal perusahaan. Intinya, cuti bersama adalah ketentuan libur massal, sedangkan cuti tahunan adalah hak individu yang bisa diatur sendiri.

Aspek Hukum Cuti Bersama di Indonesia

Di Indonesia, pengaturan cuti bersama memiliki dasar hukum yang jelas. Kebijakan ini dikeluarkan setiap tahun melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. SKB ini bertujuan untuk menyelaraskan jadwal hari libur nasional dan cuti bersama bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pegawai negeri sipil dan karyawan swasta. Adanya dasar hukum ini memberikan kepastian dan kekuatan legitimacy terhadap pelaksanaan cuti bersama.

Salah satu poin penting dalam aspek hukum cuti bersama adalah terkait dengan pemotongan jatah cuti tahunan. Menurut regulasi, cuti bersama pada umumnya mengurangi jatah cuti tahunan karyawan. Artinya, jika ada 4 hari cuti bersama dalam setahun, dan karyawan mengambil semuanya, maka jatah cuti tahunannya akan berkurang 4 hari. Namun, ini tidak berlaku mutlak. Bagi karyawan yang karena alasan urgent atau tuntutan pekerjaan harus masuk pada hari cuti bersama, maka hari tersebut tidak dihitung sebagai cuti dan jatah cuti tahunannya tidak dipotong. Perusahaan wajib mengatur kompensasi yang sesuai bagi karyawan yang bekerja pada hari cuti bersama, biasanya berupa upah lembur atau penggantian hari libur.

Ketentuan ini memastikan bahwa hak karyawan tetap terlindungi meskipun ada kebijakan cuti bersama. Ini juga menjadi guideline bagi perusahaan untuk mengelola workload dan kompensasi secara adil. Penting bagi perusahaan dan karyawan untuk selalu merujuk pada SKB Tiga Menteri terbaru dan kebijakan internal perusahaan terkait cuti.

Alternatif Pemberitahuan Selain Surat Resmi

Meskipun surat resmi masih jadi primadona untuk pemberitahuan cuti bersama, di era digital ini ada banyak alternatif yang tak kalah efektif. Penggunaan media digital bisa mempercepat penyebaran informasi dan menjangkau lebih banyak karyawan secara instan. Ini juga mendukung konsep paperless yang ramah lingkungan.

1. Email blast

Paling umum digunakan. Kirimkan email resmi ke seluruh daftar distribusi karyawan dengan subjek yang jelas. Lampirkan file surat resmi dalam format PDF agar tetap memiliki kekuatan hukum. Ini memastikan setiap karyawan menerima informasi langsung di kotak masuk email mereka dan bisa diakses kapan saja.

2. Pengumuman di Portal Karyawan/Intranet

Jika perusahaan memiliki portal internal atau intranet, posting pengumuman cuti bersama di halaman muka atau bagian berita. Ini adalah single source of truth yang bisa diakses kapan saja oleh karyawan. Fitur notifikasi pada portal juga bisa dimanfaatkan agar karyawan tahu ada pengumuman baru.

3. Grup Chat Internal (WhatsApp/Slack/Teams)

Untuk pemberitahuan awal atau pengingat, grup chat internal sangat efektif. Namun, pastikan ini hanya sebagai tambahan dan bukan pengganti surat resmi atau email blast. Pesan di grup chat bisa dengan cepat tersampaikan dan direspon, sangat cocok untuk quick announcement.

4. Papan Pengumuman Fisik

Jangan lupakan metode konvensional ini, terutama untuk karyawan yang mungkin tidak selalu online atau berada di lapangan. Cetak dan tempel surat pemberitahuan di area strategis seperti kantin, pantry, atau area lobby. Ini memastikan semua karyawan, termasuk yang jarang mengakses digital, tetap mendapatkan informasi.

Mengombinasikan beberapa metode ini akan memastikan informasi cuti bersama tersampaikan dengan menyeluruh dan efektif kepada seluruh karyawan.

FAQ Seputar Cuti Bersama

Banyak pertanyaan muncul seputar cuti bersama. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan beserta jawabannya:

1. Apakah cuti bersama wajib diambil?

Cuti bersama pada dasarnya wajib diambil oleh karyawan. Namun, jika karena alasan operasional atau pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, karyawan diminta masuk kerja pada hari cuti bersama, maka hari tersebut tidak akan memotong jatah cuti tahunannya. Sebaliknya, perusahaan biasanya akan memberikan kompensasi berupa upah lembur atau penggantian hari libur di lain waktu. Jadi, fleksibilitasnya ada pada kesepakatan antara karyawan dan perusahaan.

2. Bagaimana jika saya tidak memiliki sisa cuti tahunan?

Jika jatah cuti tahunan kamu sudah habis, dan ada kebijakan cuti bersama yang memotong jatah cuti tahunan, maka hari cuti bersama tersebut akan dihitung sebagai cuti tanpa upah (unpaid leave). Penting untuk selalu memantau sisa jatah cuti tahunanmu agar tidak kaget di kemudian hari. Komunikasikan juga hal ini dengan departemen HRD jika kamu berada dalam situasi tersebut.

3. Apakah karyawan kontrak juga dapat cuti bersama?

Ya, umumnya karyawan kontrak juga berhak atas cuti bersama. Kebijakan cuti bersama berlaku untuk semua jenis status karyawan, selama mereka terdaftar dan bekerja di perusahaan tersebut. Hak ini tidak hanya berlaku untuk karyawan tetap, tapi juga untuk karyawan dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau kontrak.

4. Bisakah saya mengajukan cuti tambahan setelah cuti bersama?

Tentu saja bisa. Cuti tambahan di luar cuti bersama akan memotong jatah cuti tahunanmu. Prosedurnya sama dengan pengajuan cuti tahunan biasa, yaitu dengan mengajukan permohonan kepada atasan dan HRD sesuai prosedur perusahaan. Pastikan untuk mengajukan jauh-jauh hari agar tidak mengganggu jadwal operasional atau rekan kerja.

5. Apakah perusahaan harus memberikan kompensasi jika karyawan bekerja saat cuti bersama?

Ya, jika karyawan diminta untuk masuk kerja pada hari cuti bersama, perusahaan wajib memberikan kompensasi. Kompensasi ini bisa berupa upah lembur sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku (biasanya perhitungan upah lembur di hari libur nasional/cuti bersama lebih tinggi), atau bisa juga diganti dengan hari libur di kemudian hari. Ini adalah bentuk penghargaan atas kesediaan karyawan bekerja di hari libur.

Penutup

Pemberitahuan cuti bersama, meskipun terlihat sepele, adalah bagian krusial dalam manajemen sumber daya manusia di sebuah perusahaan. Dengan surat pemberitahuan yang jelas dan komprehensif, baik perusahaan maupun karyawan dapat merencanakan kegiatan dengan lebih baik. Imlek 2023 mungkin sudah lewat, tapi pelajaran dari cara mengelola dan memberitahukan cuti bersama tetap relevan untuk hari libur lainnya di masa depan. Ingat, komunikasi yang baik adalah kunci utama kelancaran operasional dan kesejahteraan karyawan.

Apakah Anda punya pengalaman unik terkait cuti bersama? Atau mungkin tips dan trik lain yang belum disebutkan di sini? Jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar di bawah! Mari kita diskusikan bersama.

Posting Komentar